Jumat, 29 September 2017

Kolamku

Sebenarnya semua jenis pembudidayaan itu mudah. Dan permasalahan yang timbul juga hampir sama. Lingkungan hewan yang kita pelihara, makanan & asupan gizi, pemasarannya.
Bila kita sudah bisa menyediakan lingkungan yang cocok dengan hewan yang kita pelihara pasti hewan itu akan hidup. Bila sudah hidup kita harus memberinya makanan & asupan gizi untuk mendukung kehidupan hewan itu. Dan terakhir panen & pemasarannya. Bila semua sdh terpenuhi apapun yang anda budidayakan pasti akan berhasil.

Disini saya akan membahas tentang ikan lele. Sesuai dengan yang akan saya budidayakan. Hal pertama yang dilakukan menentukan lokasi kolam. Kemudian menggambar denah tata letak kolam ikan. Berhubung lokasi kolam terasering atau berundak akan saya usahakan untuk memanfaatkan lokasi paling atas untuk kolam tampungan air. Kolam tampungan air minimal 2 buah, satu untuk air bersih & yang kedua air yang sudah siap isi ikan. Dan 2 kolam ini harus selalu terisi untuk kebutuhan darurat/mendadak.
Kolam air bersih akan sangat berguna untuk kebutuhan setiap kegiatan di kolam. Misal pasca panen, cuci tangan/kaki,cuci peralatan, dll. Meskipun air bersih di tempat anda mengalir bebas ada baiknya tetap mempunyai kolam tampungan air bersih atau tandon air.
Kolam air siap isi. Air yang sudah jadi juga harus tersedia untuk mengganti air kolam yang sudah banyak mengandung amoniak. Sebaiknya kolam air siap isi 2 buah atau 2x dari jumlah kolam air bersih mengingat pembuatan air siap isi membutuhkan waktu minimal 3 hari, tapi satu saja sudah cukup bila kita paham kondisi air kolam kita. Dengan penggantian air siap isi diharapkan ikan tidak stres karena perubahan suhu,warna,PH air yang baru dan mengurangi amoniak dasar kolam. Dengan berkurangnya Amoniak dasar kolam diharapkan DO oksigen dalam air juga akan bertambah. Berbeda lagi jika kita hanya ingin memelihara ikan hanya untuk hobi. Untuk hobi biasanya mereka tidak terlalu menghitung untung ruginya yang penting hepi. Yang penting ada kolam ada ikan sudah senang.

Setelah kolam penampungan air bersih & air siap isi selesai selanjutnya kita bahas kolam ikannya. Kolam ikan ada bermacam2 bentuknya. Ada yang bilang kolam bagus yang bundar sehingga ikan tidak saling menabrak karena ada ikan yang putar balik. Itu menurut temen saya sih..tp kalo saya pribadi kurang mendukung dengan alasan seperti itu mengingat ikan lele punya mata,hidung,kumis  jadi alasan tersebut kurang pas menurut saya. Dan katanya bila kolam bundar ikan yang tertampung bisa lebih banyak dari kolam kotak. Alasan itu juga saya bantah setelah melihat kolam bundar itu. Perbandingan persegi & bundar sangat telihat jelas bila kita mencoba menggambar persegi di kolam bundar. Bila kolam bundar bisa menampung 1000 ekor seharusnya kolam persegi bisa lebih dari 1000 karena pada kolam persegi keempat sudutnya pasti akan terisi ikan. Sebenarnya penjelasan dari teman saya mengenai kolam bundar masih banyak lagi tetapi setelah saya telaah semua penjelasan itu hanya menyudutkan semua kolam yang bukan kolam bundar. Menurut saya apapun bentuk kolam kita asal ikan senang berada disana itulah kolam yang bagus.
Untuk bentuk luar kolam sudah dulu, sekarang kita mulai dengan bentuk dasar kolam/ sistem kolam kita. Usahakan bentuk dasar kolam cekung ke arah saluran pembuangan. Tujuannya agar amoniak/kotoran ikan berkumpul disana. Dengan begitu kita bisa dengan mudah membuang kotoran tersebut. Dengan dasar kolam cekung saat panen ikan juga akan lebih mudah karena ikan akan terkumpul disana. Atau contoh saja kolam central drain. Bentuk dasar kolamnya sangat bagus menurut saya. Untuk pembuangan dibuat seperti kolam central drain bagus tetapi saluran pembuangannya banyak jd menurut saya kurang efektif mengingat saya pemula & modal mepet. Dan akhirnya saya membuat model kolam CDSB .Kolam ini baru jadi 1 buah. Rencana semua kolam ikan akan saya buat berdasarkan Kolam Central Drain dengan Sistem SB ini. Saya menyebutnya Kolam CDSB.
Kolam CDSB sedikit rumit bila dijelaskan dengan kata-kata & gambar karena saya kurang pandai untuk menjelaskannya. Lebih mudah bila anda melihat sendiri secara langsung. Hanya dengan mengaliri kolam dengan air siap isi diharapkan semua kotoran yang sudah terkumpul akan terbuang melalui pipa pembuangan secara otomastis. berbeda dengan Kolam CD yang diharuskan membuka pipa pembuangan untuk mengeluarkan kotoran. Setelah air yang keluar dari pipa sdh berubah baru ditutup & air diisi kembali. Dengan kolam CDSB kita hanya perlu mengaliri air & diharapkan kotoran otomatis terbuang.

Pemilihan jenis ikan

Sebelum membuat kolam kita harus  menentukan jenis ikan yang akan kita budidayakan. Pemilihan jenis ikan ini biasanya berdasarkan lokasi yang anda miliki dan target pasar yang anda ketahui. Pemilihan Jenis ikan dapat kita bedakan berdasarkan:
1. Lokasi Kolam
 Lokasi Kolam disini sangat berpengaruh besar terhadap apa yang akan kita budidayakan. Dataran Rendah, Dataran Tinggi, jauh dekatnya dengan sumber air, dll. Sebagai contoh bila kolam jauh dari sumber air (Sulit mendapatkan air/air PDAM) kita pilih jenis ikan yang bisa bertahan hidup di air yang menggenang sebagai contoh ikan lele. Bila dekat dengan sumber air kita bisa memilih jenis ikan lainnya. Lokasi dekat pemukiman/perkotaan lebih menguntungkan bila kita berusaha memelihara ikan yang tidak membutuhkan lokasi yang luas.
2. Pangsa Pasar
Ikan yang sering dicari di pasaran. Jenis ikan yang berharga jual tinggi atau jenis ikan yang sering di komsumsi. Dari pasar ini lah yang akan menentukan sukses tidaknya peternak ikan. Bila kita memelihara ikan  jenis lele dan di pasaran konsumen lebih mencari Nila maka kita harus putar kendali pindah ke ikan nila. Bila kita memaksa tetap berusaha di ikan lele harga ikan lele akan semakin menurun tajam. Jadi intinya carilah informasi pasar yang sedang dibutuhkan.
3. Perawatan Ikan
 Jenis ikan yang mudah dirawat di tempat anda. Jangan berusaha membudidayakan ikan bandeng di pegunungan. Akan sangat menyenangkan bila kita membudidayakan ikan bandeng di pegunungan..hehehe atau cobalah membudidayakan ikan lele di lautan lepas sana.

Sementara 3 dulu ya.
Semua harus kita rencanakan matang2 untuk meminimalisir permasalahan yang akan timbul di kemudian hari.

Pembesaran Ikan Lele

Pembesaran berbeda dengan pendederan meski tujuannya sama² membesarkan ikan sampai pada target yang dibutuhkan pasar. Apapun yang ada di dal...