Pembesaran berbeda dengan pendederan meski tujuannya sama² membesarkan ikan sampai pada target yang dibutuhkan pasar. Apapun yang ada di dalam tulisan ini berasal dari buah pikiran saya pribadi meski ada kata² atau buah pikiran dari orang lain & tidak saya sebutkan karena saya hanya ambil ilmunya saja tidak mengingat nama² mereka. Tidak peduli itu dari orang miskin, orang kaya, bukan peternak atau siapapun mereka. Yang pasti mereka tetap akan mendapat pahala sendiri dari TYME atas ilmu² yang mereka berikan.
Setelah kolam kita selesai kita isi dengan air siap tebar. Bagaimana Air siap tebar itu?? Banyak artikel atau buku² yang menjelaskannya. Intinya sama saja yaitu bagaimana cara agar ikan nyaman tinggal disana. Sesudah menyiapkan air kita hunting bibit ikannya & masukkan ke dalam kolam. Cara memasukkan dianjurkan untuk membiarkan wadah ikan beserta ikannya berada di dalam kolam beberapa menit dengan tujuan agar suhu air di wadah ikan & kolam sama. Lepaskan ikan secara perlahan2 biarkan bibit keluar sendiri dari wadah menuju ke kolam. Dengan cara ini diharapkan ikan tidak terlalu stress akibat perubahan suhu & ikan tidak terluka.
Bila didalam kolam ada banyak jentik nyamuk dihari berikutnya jangan memberikan makan dulu, tunggu hingga jentik nyamuk berkurang/habis agar pakan tidak menumpuk di bawah dan menjadi amoniak/racun. Pemberian pakan bisa dilakukan dengan jumlah sedikit dan sesering mungkin. dengan pemberian pakan rutin biasanya amoniak akan meningkat dan disinilah fungsi kolam² tampungan air itu.
Perikanan
Senin, 02 Oktober 2017
Jumat, 29 September 2017
Kolamku
Sebenarnya semua jenis pembudidayaan itu mudah. Dan permasalahan yang timbul juga hampir sama. Lingkungan hewan yang kita pelihara, makanan & asupan gizi, pemasarannya.
Bila kita sudah bisa menyediakan lingkungan yang cocok dengan hewan yang kita pelihara pasti hewan itu akan hidup. Bila sudah hidup kita harus memberinya makanan & asupan gizi untuk mendukung kehidupan hewan itu. Dan terakhir panen & pemasarannya. Bila semua sdh terpenuhi apapun yang anda budidayakan pasti akan berhasil.
Disini saya akan membahas tentang ikan lele. Sesuai dengan yang akan saya budidayakan. Hal pertama yang dilakukan menentukan lokasi kolam. Kemudian menggambar denah tata letak kolam ikan. Berhubung lokasi kolam terasering atau berundak akan saya usahakan untuk memanfaatkan lokasi paling atas untuk kolam tampungan air. Kolam tampungan air minimal 2 buah, satu untuk air bersih & yang kedua air yang sudah siap isi ikan. Dan 2 kolam ini harus selalu terisi untuk kebutuhan darurat/mendadak.
Kolam air bersih akan sangat berguna untuk kebutuhan setiap kegiatan di kolam. Misal pasca panen, cuci tangan/kaki,cuci peralatan, dll. Meskipun air bersih di tempat anda mengalir bebas ada baiknya tetap mempunyai kolam tampungan air bersih atau tandon air.
Kolam air siap isi. Air yang sudah jadi juga harus tersedia untuk mengganti air kolam yang sudah banyak mengandung amoniak. Sebaiknya kolam air siap isi 2 buah atau 2x dari jumlah kolam air bersih mengingat pembuatan air siap isi membutuhkan waktu minimal 3 hari, tapi satu saja sudah cukup bila kita paham kondisi air kolam kita. Dengan penggantian air siap isi diharapkan ikan tidak stres karena perubahan suhu,warna,PH air yang baru dan mengurangi amoniak dasar kolam. Dengan berkurangnya Amoniak dasar kolam diharapkan DO oksigen dalam air juga akan bertambah. Berbeda lagi jika kita hanya ingin memelihara ikan hanya untuk hobi. Untuk hobi biasanya mereka tidak terlalu menghitung untung ruginya yang penting hepi. Yang penting ada kolam ada ikan sudah senang.
Setelah kolam penampungan air bersih & air siap isi selesai selanjutnya kita bahas kolam ikannya. Kolam ikan ada bermacam2 bentuknya. Ada yang bilang kolam bagus yang bundar sehingga ikan tidak saling menabrak karena ada ikan yang putar balik. Itu menurut temen saya sih..tp kalo saya pribadi kurang mendukung dengan alasan seperti itu mengingat ikan lele punya mata,hidung,kumis jadi alasan tersebut kurang pas menurut saya. Dan katanya bila kolam bundar ikan yang tertampung bisa lebih banyak dari kolam kotak. Alasan itu juga saya bantah setelah melihat kolam bundar itu. Perbandingan persegi & bundar sangat telihat jelas bila kita mencoba menggambar persegi di kolam bundar. Bila kolam bundar bisa menampung 1000 ekor seharusnya kolam persegi bisa lebih dari 1000 karena pada kolam persegi keempat sudutnya pasti akan terisi ikan. Sebenarnya penjelasan dari teman saya mengenai kolam bundar masih banyak lagi tetapi setelah saya telaah semua penjelasan itu hanya menyudutkan semua kolam yang bukan kolam bundar. Menurut saya apapun bentuk kolam kita asal ikan senang berada disana itulah kolam yang bagus.
Untuk bentuk luar kolam sudah dulu, sekarang kita mulai dengan bentuk dasar kolam/ sistem kolam kita. Usahakan bentuk dasar kolam cekung ke arah saluran pembuangan. Tujuannya agar amoniak/kotoran ikan berkumpul disana. Dengan begitu kita bisa dengan mudah membuang kotoran tersebut. Dengan dasar kolam cekung saat panen ikan juga akan lebih mudah karena ikan akan terkumpul disana. Atau contoh saja kolam central drain. Bentuk dasar kolamnya sangat bagus menurut saya. Untuk pembuangan dibuat seperti kolam central drain bagus tetapi saluran pembuangannya banyak jd menurut saya kurang efektif mengingat saya pemula & modal mepet. Dan akhirnya saya membuat model kolam CDSB .Kolam ini baru jadi 1 buah. Rencana semua kolam ikan akan saya buat berdasarkan Kolam Central Drain dengan Sistem SB ini. Saya menyebutnya Kolam CDSB.
Kolam CDSB sedikit rumit bila dijelaskan dengan kata-kata & gambar karena saya kurang pandai untuk menjelaskannya. Lebih mudah bila anda melihat sendiri secara langsung. Hanya dengan mengaliri kolam dengan air siap isi diharapkan semua kotoran yang sudah terkumpul akan terbuang melalui pipa pembuangan secara otomastis. berbeda dengan Kolam CD yang diharuskan membuka pipa pembuangan untuk mengeluarkan kotoran. Setelah air yang keluar dari pipa sdh berubah baru ditutup & air diisi kembali. Dengan kolam CDSB kita hanya perlu mengaliri air & diharapkan kotoran otomatis terbuang.
Bila kita sudah bisa menyediakan lingkungan yang cocok dengan hewan yang kita pelihara pasti hewan itu akan hidup. Bila sudah hidup kita harus memberinya makanan & asupan gizi untuk mendukung kehidupan hewan itu. Dan terakhir panen & pemasarannya. Bila semua sdh terpenuhi apapun yang anda budidayakan pasti akan berhasil.
Disini saya akan membahas tentang ikan lele. Sesuai dengan yang akan saya budidayakan. Hal pertama yang dilakukan menentukan lokasi kolam. Kemudian menggambar denah tata letak kolam ikan. Berhubung lokasi kolam terasering atau berundak akan saya usahakan untuk memanfaatkan lokasi paling atas untuk kolam tampungan air. Kolam tampungan air minimal 2 buah, satu untuk air bersih & yang kedua air yang sudah siap isi ikan. Dan 2 kolam ini harus selalu terisi untuk kebutuhan darurat/mendadak.
Kolam air bersih akan sangat berguna untuk kebutuhan setiap kegiatan di kolam. Misal pasca panen, cuci tangan/kaki,cuci peralatan, dll. Meskipun air bersih di tempat anda mengalir bebas ada baiknya tetap mempunyai kolam tampungan air bersih atau tandon air.
Kolam air siap isi. Air yang sudah jadi juga harus tersedia untuk mengganti air kolam yang sudah banyak mengandung amoniak. Sebaiknya kolam air siap isi 2 buah atau 2x dari jumlah kolam air bersih mengingat pembuatan air siap isi membutuhkan waktu minimal 3 hari, tapi satu saja sudah cukup bila kita paham kondisi air kolam kita. Dengan penggantian air siap isi diharapkan ikan tidak stres karena perubahan suhu,warna,PH air yang baru dan mengurangi amoniak dasar kolam. Dengan berkurangnya Amoniak dasar kolam diharapkan DO oksigen dalam air juga akan bertambah. Berbeda lagi jika kita hanya ingin memelihara ikan hanya untuk hobi. Untuk hobi biasanya mereka tidak terlalu menghitung untung ruginya yang penting hepi. Yang penting ada kolam ada ikan sudah senang.
Setelah kolam penampungan air bersih & air siap isi selesai selanjutnya kita bahas kolam ikannya. Kolam ikan ada bermacam2 bentuknya. Ada yang bilang kolam bagus yang bundar sehingga ikan tidak saling menabrak karena ada ikan yang putar balik. Itu menurut temen saya sih..tp kalo saya pribadi kurang mendukung dengan alasan seperti itu mengingat ikan lele punya mata,hidung,kumis jadi alasan tersebut kurang pas menurut saya. Dan katanya bila kolam bundar ikan yang tertampung bisa lebih banyak dari kolam kotak. Alasan itu juga saya bantah setelah melihat kolam bundar itu. Perbandingan persegi & bundar sangat telihat jelas bila kita mencoba menggambar persegi di kolam bundar. Bila kolam bundar bisa menampung 1000 ekor seharusnya kolam persegi bisa lebih dari 1000 karena pada kolam persegi keempat sudutnya pasti akan terisi ikan. Sebenarnya penjelasan dari teman saya mengenai kolam bundar masih banyak lagi tetapi setelah saya telaah semua penjelasan itu hanya menyudutkan semua kolam yang bukan kolam bundar. Menurut saya apapun bentuk kolam kita asal ikan senang berada disana itulah kolam yang bagus.
Untuk bentuk luar kolam sudah dulu, sekarang kita mulai dengan bentuk dasar kolam/ sistem kolam kita. Usahakan bentuk dasar kolam cekung ke arah saluran pembuangan. Tujuannya agar amoniak/kotoran ikan berkumpul disana. Dengan begitu kita bisa dengan mudah membuang kotoran tersebut. Dengan dasar kolam cekung saat panen ikan juga akan lebih mudah karena ikan akan terkumpul disana. Atau contoh saja kolam central drain. Bentuk dasar kolamnya sangat bagus menurut saya. Untuk pembuangan dibuat seperti kolam central drain bagus tetapi saluran pembuangannya banyak jd menurut saya kurang efektif mengingat saya pemula & modal mepet. Dan akhirnya saya membuat model kolam CDSB .Kolam ini baru jadi 1 buah. Rencana semua kolam ikan akan saya buat berdasarkan Kolam Central Drain dengan Sistem SB ini. Saya menyebutnya Kolam CDSB.
Kolam CDSB sedikit rumit bila dijelaskan dengan kata-kata & gambar karena saya kurang pandai untuk menjelaskannya. Lebih mudah bila anda melihat sendiri secara langsung. Hanya dengan mengaliri kolam dengan air siap isi diharapkan semua kotoran yang sudah terkumpul akan terbuang melalui pipa pembuangan secara otomastis. berbeda dengan Kolam CD yang diharuskan membuka pipa pembuangan untuk mengeluarkan kotoran. Setelah air yang keluar dari pipa sdh berubah baru ditutup & air diisi kembali. Dengan kolam CDSB kita hanya perlu mengaliri air & diharapkan kotoran otomatis terbuang.
Pemilihan jenis ikan
Sebelum membuat kolam kita harus menentukan jenis ikan yang akan kita budidayakan. Pemilihan jenis ikan ini biasanya berdasarkan lokasi yang anda miliki dan target pasar yang anda ketahui. Pemilihan Jenis ikan dapat kita bedakan berdasarkan:
1. Lokasi Kolam
Lokasi Kolam disini sangat berpengaruh besar terhadap apa yang akan kita budidayakan. Dataran Rendah, Dataran Tinggi, jauh dekatnya dengan sumber air, dll. Sebagai contoh bila kolam jauh dari sumber air (Sulit mendapatkan air/air PDAM) kita pilih jenis ikan yang bisa bertahan hidup di air yang menggenang sebagai contoh ikan lele. Bila dekat dengan sumber air kita bisa memilih jenis ikan lainnya. Lokasi dekat pemukiman/perkotaan lebih menguntungkan bila kita berusaha memelihara ikan yang tidak membutuhkan lokasi yang luas.
2. Pangsa Pasar
Ikan yang sering dicari di pasaran. Jenis ikan yang berharga jual tinggi atau jenis ikan yang sering di komsumsi. Dari pasar ini lah yang akan menentukan sukses tidaknya peternak ikan. Bila kita memelihara ikan jenis lele dan di pasaran konsumen lebih mencari Nila maka kita harus putar kendali pindah ke ikan nila. Bila kita memaksa tetap berusaha di ikan lele harga ikan lele akan semakin menurun tajam. Jadi intinya carilah informasi pasar yang sedang dibutuhkan.
3. Perawatan Ikan
Jenis ikan yang mudah dirawat di tempat anda. Jangan berusaha membudidayakan ikan bandeng di pegunungan. Akan sangat menyenangkan bila kita membudidayakan ikan bandeng di pegunungan..hehehe atau cobalah membudidayakan ikan lele di lautan lepas sana.
Sementara 3 dulu ya.
Semua harus kita rencanakan matang2 untuk meminimalisir permasalahan yang akan timbul di kemudian hari.
1. Lokasi Kolam
Lokasi Kolam disini sangat berpengaruh besar terhadap apa yang akan kita budidayakan. Dataran Rendah, Dataran Tinggi, jauh dekatnya dengan sumber air, dll. Sebagai contoh bila kolam jauh dari sumber air (Sulit mendapatkan air/air PDAM) kita pilih jenis ikan yang bisa bertahan hidup di air yang menggenang sebagai contoh ikan lele. Bila dekat dengan sumber air kita bisa memilih jenis ikan lainnya. Lokasi dekat pemukiman/perkotaan lebih menguntungkan bila kita berusaha memelihara ikan yang tidak membutuhkan lokasi yang luas.
2. Pangsa Pasar
Ikan yang sering dicari di pasaran. Jenis ikan yang berharga jual tinggi atau jenis ikan yang sering di komsumsi. Dari pasar ini lah yang akan menentukan sukses tidaknya peternak ikan. Bila kita memelihara ikan jenis lele dan di pasaran konsumen lebih mencari Nila maka kita harus putar kendali pindah ke ikan nila. Bila kita memaksa tetap berusaha di ikan lele harga ikan lele akan semakin menurun tajam. Jadi intinya carilah informasi pasar yang sedang dibutuhkan.
3. Perawatan Ikan
Jenis ikan yang mudah dirawat di tempat anda. Jangan berusaha membudidayakan ikan bandeng di pegunungan. Akan sangat menyenangkan bila kita membudidayakan ikan bandeng di pegunungan..hehehe atau cobalah membudidayakan ikan lele di lautan lepas sana.
Sementara 3 dulu ya.
Semua harus kita rencanakan matang2 untuk meminimalisir permasalahan yang akan timbul di kemudian hari.
Langganan:
Postingan (Atom)
Pembesaran Ikan Lele
Pembesaran berbeda dengan pendederan meski tujuannya sama² membesarkan ikan sampai pada target yang dibutuhkan pasar. Apapun yang ada di dal...
-
Pembesaran berbeda dengan pendederan meski tujuannya sama² membesarkan ikan sampai pada target yang dibutuhkan pasar. Apapun yang ada di dal...